NAGAN RAYA, STRATEGIMILITER.id – Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 05/Darul Makmur Kodim 0116/Nagan Raya bergerak cepat mengantisipasi dampak luapan Sungai Krueng Lamie yang mulai menggenangi badan Jalan Nasional lintas Meulaboh – Tapak Tuan, tepatnya di Desa Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (01/11/2026).
Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Nagan Raya sejak Sabtu sore hingga malam hari memicu lonjakan debit air sungai secara signifikan. Berdasarkan pemantauan intensif Babinsa di lapangan pada pukul 06.15 WIB, luapan air dilaporkan mulai masuk dan merendam badan jalan utama serta merambah pemukiman warga setempat.
“Hujan lebat yang merata menyebabkan Sungai Krueng Lamie meluap dan menggenangi titik tikungan jalan di Desa Kuta Trieng, termasuk halaman rumah masyarakat,” kata Babinsa Tengku Said Jamaludin, Minggu.
Saat ini, genangan air di badan jalan nasional tercatat mencapai ketinggian sekitar ± 10 centimeter dengan panjang rendaman membentang hingga ± 100 meter. Selain itu, luapan air berarus sedang juga mulai merendam sedikitnya enam halaman rumah milik warga dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 30 centimeter.
Dampak dari genangan ini langsung memengaruhi mobilitas logistik dan arus transportasi darat. Untuk sementara waktu, akses jalan nasional pada titik tersebut hanya dapat dilalui oleh kendaraan bertubuh khusus seperti truk roda enam. Sementara itu, kendaraan roda dua (sepeda motor) maupun roda empat (mobil pribadi) belum dapat melintas demi keselamatan berkendara.
Merespons situasi darurat bencana tersebut, jajaran Koramil 05/DM langsung mengambil langkah-langkah strategis teritorial guna meminimalisir risiko kerugian personel maupun materiel. Upaya yang telah dilaksanakan di antaranya:
Melakukan koordinasi melekat dengan pihak Muspika Darul Makmur guna mengantisipasi skenario terburuk apabila debit air sungai terus merangkak naik.
Menerjunkan personel Babinsa Koramil 05/DM secara langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan debit air secara berkala.
Memberikan imbauan humanis secara door-to-door kepada warga Kuta Trieng agar tetap waspada, mengamankan barang berharga, dan bersiap melakukan evakuasi mandiri jika air mulai merembet masuk ke dalam rumah.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih terus dalam pengawasan ketat dan koordinasi bersama instansi terkait guna memastikan jalur transportasi strategis lintas barat-selatan Aceh ini dapat segera kembali normal
[Yan/Red]












