Penanggulangan Karhutla: Satgas OMC TNI Semai 11 Ton Bahan Awan Hujan di Langit Kalimantan

Foto dok Puspen TNI/tni.mil.id

JAKARTA, STRATEGIMILITER.id – Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Modifikasi Cuaca (Satgas OMC) terus mengintensifkan pengerahan alutsista udara guna menanggulangi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Dalam misi operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, jajaran kru pesawat TNI Angkatan Udara sukses melanjutkan penyemaian 11 ton bahan pembentuk awan dan hujan di langit wilayah Kalimantan, Jumat (30/10/2026).

Operasi taktis yang digelar secara nonstop ini melibatkan koordinasi erat antar-matra udara untuk memicu curah hujan buatan di titik-titik rawan api (hotspot).

Operasi Udara Tiga Jenis Pesawat TNI-AU

Untuk menyisir area target secara komprehensif, Satgas OMC mengerahkan kombinasi tiga jenis pesawat angkut taktis TNI-AU dengan rincian operasional sebagai berikut:

C-130 Hercules: Menerbangkan muatan 4,8 ton garam dalam 1 sortie penerbangan berskala besar.

CN-295: Menyemaikan sebanyak 2 ton garam dalam 1 sortie penerbangan.

Cassa-212 (Misi Garam): Menyalurkan 2,4 ton garam yang terbagi dalam 3 sortie penerbangan taktis.

Cassa-212 (Misi Dry Ice): Melakukan penyemaian taktis 1,8 ton dry ice melalui 2 sortie penerbangan khusus.

Efektivitas Operasi: Hujan Mulai Mengguyur Titik Target

Berdasarkan data pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), operasi modifikasi cuaca yang digelar secara masif ini mulai menunjukkan hasil konkret di lapangan. Sejumlah wilayah operasional di Pulau Kalimantan dilaporkan telah diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga deras.

Beberapa daerah yang berhasil mendapatkan dampak positif dari hujan buatan ini meliputi:

Kalimantan Barat: Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Landak, Melawi, dan Sambas.

Kalimantan Tengah: Kabupaten Seruyan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kota Palangka Raya.

Kalimantan Timur: Kabupaten Mahakam Hulu.

Membentengi Kedaulatan Lingkungan dan Kualitas Udara

Panglima Komando Operasi Udara selaku jajaran pimpinan satgas menegaskan bahwa TNI bersama instansi terkait akan terus mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca ini selama potensi ancaman karhutla masih tinggi.

Langkah taktis ini merupakan wujud nyata dari operasi militer selain perang (OMSP), yang ditargetkan untuk mempercepat penurunan intensitas titik api, mengikis ketebalan kabut asap, mengembalikan kualitas udara ke ambang batas sehat, serta memberikan perlindungan penuh bagi masyarakat di wilayah Kalimantan.

[SM/Rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *