Perkuat Interoperabilitas di Kalbar: Dankodaeral XII Terima Kunjungan Kehormatan Danlanud Supadio

Foto dok tni.mil.id

MEMPAWAH, STRATEGIMILITER.id – Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) XII Laksda TNI Sawa, S.E., M.M., CIQaR., menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) dari Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Supadio Marsma TNI Dedy Supriyanto, S.M., M.Han. Pertemuan tingkat tinggi antarmatra ini berlangsung di Markas Komando (Mako) Kodaeral XII, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (29/10/2026).

Dalam menyambut kedatangan pucuk pimpinan Lanud Supadio tersebut, Dankodaeral XII turut didampingi oleh jajaran pejabat teras Kodaeral XII, antara lain Wakil Komandan Kodaeral XII Laksma TNI Fajar Rusdianto, Asops Dankodaeral XII Kolonel Laut (P) Arif Rahman, S.T., M.Tr.Hanla., M.M., serta Aster Dankodaeral XII Kolonel Laut (P) Suryai, S.H., M.Tr.Hanla.

Sinergitas Strategis Menjaga Stabilitas Kawasan

Kunjungan kerja ini menjadi momentum krusial untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkokoh hubungan kelembagaan antara TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara di wilayah yurisdiksi Kalimantan Barat. Menghadapi dinamika ancaman keamanan modern, keselarasan gerak antara matra laut dan udara dinilai menjadi prasyarat mutlak.

Sinergitas yang terjalin erat ini diproyeksikan dapat memperkuat sistem koordinasi serta komando taktis di lapangan. Hal tersebut mencakup pelaksanaan tugas gabungan, pengamanan wilayah perbatasan, menjaga stabilitas pertahanan regional, hingga memberikan kontribusi nyata dalam akselerasi pembangunan masyarakat daerah.

Poros Soliditas demi Kedaulatan NKRI

Melalui pertemuan strategis ini, Kodaeral XII bersama Lanud Supadio berkomitmen untuk terus mendorong terpeliharanya semangat kebersamaan, profesionalisme prajurit, serta soliditas internal TNI sebagai pilar utama pertahanan negara.

Hubungan bilateral yang solid dan integratif antara jajaran TNI AL dan TNI AU di Kalimantan Barat menjadi modalitas penting dalam mewujudkan tata kelola koordinasi yang efektif. Langkah ini menjadi benteng utama demi mengawal kedaulatan, menjaga keamanan maritim dan dirgantara, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

[SM/Rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *