Berita  

Wabup Erani dan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI “Sapa” KPH Landak

Oplus_131072

STRATEGIMiliter. Id. Landak Kalbar- Kabut asap yang kembali menyelimuti Landak beberapa hari terakhir membuat semua pihak bergerak cepat. Wakil Bupati Landak, Erani, bersama Brigjen TNI Achmad Fauzi, Brigjen TNI Sabdono Budi W dan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI melakukan kunjungan ke Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Landak, Jumat (11/9/2026) sore.

Kunjungan ini bukan seremoni biasa. KPH Landak disebut sebagai “ujung tombak” di lapangan karena langsung bersentuhan dengan pengelolaan, perlindungan, dan pengawasan kawasan hutan.

Kehadiran Tim Penyuluh Mabes TNI ke KPH menjadi bagian dari upaya membangun satu komando dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bumi Intan.

Katim Penyuluh Karhutla Mabes TNI menegaskan, memadamkan api saja tidak cukup. Pencegahan harus dimulai dari hulu.

“Menjaga hutan bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan keberlangsungan alam, lingkungan dan kehidupan masyarakat di masa yang akan datang,” ujar Katim Penyuluh.

Ia menekankan 4 kunci utama pencegahan: peningkatan kesadaran masyarakat, deteksi dini, pengawasan ketat di titik rawan, dan respons cepat saat ada potensi kebakaran.

“Karhutla tidak bisa hanya diserahkan ke aparat. Pengelola kawasan hutan dan masyarakat harus ikut turun tangan,” tambahnya.

Wakil Bupati Landak, Erani, menyambut baik perhatian Tim Mabes TNI ke Landak. Ia menyebut sinergi adalah satu-satunya cara memutus rantai karhutla.

“Pencegahan Karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah tentu menyambut baik kolaborasi dan edukasi kepada masyarakat agar kesadaran menjaga lingkungan semakin kuat,” ungkap Erani.

Menurutnya, dengan luasnya wilayah hutan di Landak, Pemda tidak bisa bekerja sendiri. Peran TNI-Polri, KPH, perusahaan, kepala desa, hingga masyarakat sangat diharapkan.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan pencegahan sebagai langkah utama, sehingga potensi Karhutla dapat ditekan sejak dini dan kelestarian hutan serta kualitas lingkungan di Kabupaten Landak tetap terjaga.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *