JAKARTA, STRATEGIMILITER.id – Komitmen penuh ditunjukkan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam memimpin operasi kemanusiaan SAR bawah air. Sesuai amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali untuk tidak meninggalkan satu pun saudara sebangsa di laut, prajurit komando matra laut terus bergerak secara all-out mengevakuasi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Hingga memasuki perpanjangan fase krusial operasi, tim penyelam gabungan dari Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Satkoppeba) serta Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmada II terus menunjukkan ketangguhan tanpa menyerah. Mereka bertaruh nyawa menembus kedalaman laut untuk menyisir setiap jengkal kompartemen bangkai kapal yang posisinya labil.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II, Laksda TNI I G.P. Alit Jaya, menegaskan bahwa seluruh jajaran TNI AL berkomitmen penuh menyelesaikan misi kemanusiaan ini dengan mengedepankan sinergi taktis di lapangan.
“TNI AL bersama tim gabungan akan terus melakukan pencarian secara maksimal, dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan perkembangan dinamis di lapangan,” tegas Laksda TNI I G.P. Alit Jaya saat memberikan konfirmasi taktis terkait kelanjutan operasi bawah air.
Taktik Penyelamatan di Medan Ekstrem
Berdasarkan laporan taktis dari lokasi kejadian, para penyelam TNI AL dihadapkan pada tantangan alam yang sangat berisiko, mulai dari terjangan arus bawah laut yang deras, gelombang tidak menentu, hingga visibilitas (jarak pandang) yang sangat terbatas. Guna menyiasati risiko fatal, tim menggunakan metode tali jalan yang diikat kuat pada lambung kapal sebagai garis pandu navigasi utama agar penyelam tidak tersesat di kegelapan bangkai kapal.
Untuk menjangkau korban yang terjebak di dalam kompartemen, anjungan, maupun car deck, personel TNI AL terpaksa melakukan pembukaan akses paksa dengan memecahkan kaca jendela kapal bawah air. Setiap jasad yang berhasil diangkat dari dasar laut langsung dievakuasi secara bertahap menuju kapal-kapal perang andalan seperti KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331.
Guna mempercepat mobilitas ke darat, jenazah korban diterbangkan langsung menggunakan Helikopter taktis Panther HS-1311 milik Puspenerbal menuju Banjarmasin untuk diserahkan kepada Tim DVI Polri demi proses identifikasi lanjutan.
Hingga saat ini, data menunjukkan total korban yang telah dievakuasi mencapai 182 orang, dengan rincian 108 penumpang ditemukan selamat dan 74 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara sisa korban hilang terus diburu melalui koordinasi intensif bersama Basarnas. Langkah tak kenal lelah ini kembali menegaskan jati diri prajurit Jalesveva Jayamahe: senantiasa hadir menjadi garda terdepan demi keselamatan bangsa.
[SM/Red]












