TNI Sosialisasikan Bahaya Karhutla di Mempawah Hulu, Ajak Warga “Jaga Alam Jaga Kesehatan, Jaga Generasi”

Oplus_131072

STRATEGIMiliter, Landak Kalbar- Kepala Tim Sosialisasi Karhutla dari Mabes Tentara Nasional Indonesia, Brigjen TNI Achmad Fauzi menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada Kamis (3/9/2026).

Kegiatan ini digelar di tengah meningkatnya kabut asap di wilayah Kalimantan Barat akibat karhutla yang sudah berdampak pada kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari.

Sosialisasi tersebut dihadiri Camat Mempawah Hulu, Bhabinkamtibmas Polsek Mempawah Hulu, Sekretaris Kecamatan Sompak, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Dewan Adat Dayak (DAD) serta Timanggong Kecamatan Mempawah Hulu dan Kecamatan Sompak, para kepala desa, kepala dusun, masyarakat petani, perwakilan perusahaan perkebunan sawit, Kepala Puskesmas, dan Forum Kepala Desa.

Dalam pemaparannya, Brigjen TNI Achmad Fauzi menegaskan bahwa karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan masa depan generasi penerus.

“Jaga Alam, Jaga Kesehatan, Jaga Generasi kita. Itu pesan utama kita hari ini. Api kecil yang kita biarkan bisa jadi bencana besar untuk anak cucu kita besok,” tegas Achmad Fauzi di hadapan peserta sosialisasi.

Ia menjelaskan, sebagian besar kebakaran hutan dan lahan di Kalbar dipicu oleh pembukaan lahan dengan cara dibakar. Padahal cara tersebut sudah dilarang undang-undang dan bisa dikenai sanksi pidana maupun denda.

“TNI bersama Polri, Pemda, BPBD dan seluruh komponen masyarakat harus bahu-membahu mencegah. Jangan sampai ada lagi pembakaran lahan, baik disengaja maupun karena kelalaian. Petani, perusahaan, dan masyarakat adat punya peran penting untuk menjaga ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jendral Bintang Satu ini mengajak para kepala desa dan tokoh adat serta tokoh masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam pengawasan. DAD dan Timanggong diminta aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya karhutla dan alternatif pembukaan lahan yang ramah lingkungan.

“Perusahaan sawit juga kami imbau untuk tidak membakar lahan dan ikut bertanggung jawab. Kalau ada titik api di wilayah konsesi, perusahaan wajib memadamkan dan melapor. Jangan tunggu sampai besar,” tambahnya.

Brigjen TNI Achmad Fauzi berharap, dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat di Mempawah Hulu dan Sompak bisa menjadi contoh dalam pencegahan karhutla di Kabupaten Landak.

“Kita tidak bisa kerja sendiri. Pemerintah, TNI-Polri, adat, perusahaan, sampai petani harus satu suara. Kalau alam kita jaga, maka kesehatan kita terjaga dan generasi kita kedepan selamat,” pungkasnya.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *