JAKARTA, STRATEGIMILITER.id – Kodim 0209/Labuhanbatu secara tegas membantah tuduhan bahwa anggota TNI terlibat dalam dugaan pencurian belasan ekor lembu (sapi) milik warga di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Peristiwa yang viral dalam video tersebut merupakan sengketa kepemilikan lahan dan hewan ternak antara dua warga sipil
Komandan Kodim (Dandim) 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, menegaskan dengan keras bahwa tidak ada anggota TNI yang terlibat dalam pencurian atau perampasan lembu tersebut. Narasi video viral yang menuding gerombolan TNI mencuri ternak adalah salah paham.
“ Narasi mengenai satu kompi anggota TNI mencuri 16 ekor lembu milik seorang warga di Labuhanbatu, Sumatera Utara adalah tidak benar (hoaks), dan hanya kesalah pahaman saja,” kata Hanung Kaptiaji.
Peristiwa di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu tersebut sebenarnya dipicu oleh konflik internal dan sengketa kepemilikan lembu antara dua warga sipil, yaitu antara pihak pria berinisial J (Jefri) dan pihak wanita bermarga Sinaga (Boru Naga). Kedua belah pihak saling mengklaim kepemilikan atas hewan ternak tersebut.
Pihak Kodim tidak menampik adanya aparat TNI di lapangan, namun jumlahnya bukan satu kompi. Keberadaan personel Koramil dan Babinsa di lokasi tersebut murni dalam rangka menjalankan tugas resmi untuk menjaga ketertiban dan mengamankan situasi wilayah agar konflik antarkelompok warga tidak berujung pada bentrokan fisik.
Pihak pengusaha (Jefry) juga telah membantah dan mengklarifikasi bahwa orang-orang yang mengangkut lembu di dalam lahannya adalah anggotanya sendiri, bukan anggota TNI.
Sebelumnya, viral di media social video yang menarasikan satu kompi anggota TNI membawa belasan ekor sapi milik warga di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut).
Perekam video, Erwin Hutabarat, menuding lembu milik ibunya diambil paksa oleh seorang warga dengan bantuan sejumlah orang.
Saat ini kasus tersebut telah bergulir ke ranah hukum. Pemilik lahan telah membuat laporan ke kepolisian terkait penyebaran video hoaks yang mencatut nama institusi negara tersebut.
Erwin menyebut lembu yang disebut milik orang tuanya dibawa dengan melibatkan puluhan orang yang disebutnya sebagai anggota TNI.
“Orang termasuk satu kompi. Banyaknya anggota yang dibawa termasuk 25 orang, termasuk satu kompi TNI,” kata Erwin dikutip dari detikSumut, Senin (29/6).
[sam/red]
