Modernisasi Udara: 18 Jet Tempur Rafale TNI AU Mulai Tiba Bertahap Tahun Depan

Foto dok. Tribunnews.com

JAKARTA, STRATEGIMILITER.id  –  Kekuatan dirgantara Indonesia bersiap memasuki era baru. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengungkapkan bahwa sebanyak 18 unit jet tempur Rafale generasi 4.5 buatan Dassault Aviation, Prancis, akan mulai didatangkan secara bertahap ke tanah air mulai tahun depan (2027).

Kedatangan alutsista generasi 4.5 besutan Dassault Aviation Prancis ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya memperkuat efek gentar (deterrence effect) di kawasan regional.

Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi mengungkapkan, TNI Angkatan Udara (AU) akan menerima 18 jet tempur Rafale secara bertahap mulai tahun depan hingga 2029.

“Berikutnya di tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 secara bertahap, ya. Secara bertahap sampai dengan diperkirakan di tahun 2029,” ucap Tedi, saat ditemui di sela-sela latihan bersama Pégase 2026 di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (23/9/2026), dikutip dari Kompas.com.

Pengiriman Bertahap Sesuai Kontrak

Pihak TNI AU menjelaskan bahwa proses kedatangan pesawat tempur omnirole ini akan dibagi ke dalam beberapa gelombang. Pengiriman bertahap sengaja dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pangkalan udara serta kesiapan para penerbang dan teknisi yang saat ini tengah menjalani pelatihan intensif.

Sebagai informasi, Indonesia secara total telah mengaktifkan kontrak pembelian 42 unit Rafale. Pengaktifan kontrak tersebut dilakukan dalam tiga termin strategis:

Termin Pertama (September 2022): 6 unit

Termin Kedua (Agustus 2023): 18 unit

Termin Ketiga (Januari 2024): 18 unit

Kesiapan Penerbang dan Infrastruktur

Menyambut kehadiran jet tempur canggih ini, TNI AU telah melakukan persiapan matang dari berbagai lini. Sejumlah penerbang terbaik dan kru teknisi (ground crew) telah dikirim ke Prancis untuk menyerap ilmu dan teknologi pengoperasian Rafale.

Selain SDM, renovasi dan peningkatan fasilitas di pangkalan udara yang akan menjadi sarang baru bagi Rafale juga terus dikebut. Hal ini mencakup pembangunan hanggar khusus, fasilitas pemeliharaan yang memadai, hingga simulasi taktis berkala.

Lonjakan Signifikan Deterrence Effect

Kehadiran 18 unit Rafale secara bertahap mulai tahun depan dipastikan akan meningkatkan deterrence effect (efek penggentar) Indonesia di kawasan regional secara signifikan.

Dengan kemampuan multi-role mulai dari superioritas udara, serangan darat, hingga pengintaian jarak jauh, Rafale akan menjadi tulang punggung baru bagi TNI AU dalam menghadapi dinamika geopolitik yang kian kompleks.

[nug/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *