Berita  

Tim Sosialisasi Karhutla Dari Mabes TNI Berkunjung ke Panglima Jilah

Oplus_131072

STRATEGIMiliter. Id. Landak Kalbar- Tim sosialisasi karhutla dari Mabes TNI, Brigjen TNI Achmad Fauzi, SIP., MM., MHI, Kolonel Cke Isharyanto dan Kapten Czi Agus Hamdan didampingi Danramil dan Babinsa Mandor serta Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sengah Temila, Muhidin berkunjung di Kediaman Panglima Jilah pada Selasa (15/9/2026).

Kunjungan di tengah Kabut asap yang menyelimuti Kalimantan Barat ini disambut hangat oleh Panglima Jilah. Menjadi bukti nyata sinergitas antara TNI, tokoh adat, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pertemuan itu tidak hanya sebatas koordinasi. Suasana kekeluargaan begitu terasa. Dialog berlangsung santai namun penuh makna, membahas bagaimana kearifan lokal Dayak bisa menjadi benteng utama dalam pencegahan Karhutla.

Pada kesempatan itu, Brigjen TNI Achmad Fauzi menyampaikan bahwa masyarakat Dayak memiliki hubungan batin yang kuat dengan alam. Melalui hukum adat yang sangat menghormati hutan, sungai, dan tanah, diyakini alam akan memberikan berkahnya kembali kepada manusia.

“Melalui Adat Dayak yang sangat menghormati alam, maka alam akan memberikan berkahnya untuk manusia. Peran Adat perlu dioptimalkan. Jaga Alam, Alam akan menjaga manusia dan sekitarnya,” demikian pesan yang disampaikan Brigjen TNI Achmad Fauzi dalam pertemuan tersebut.

Brigjen TNI Achmad Fauzi menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Dibutuhkan keterlibatan semua unsur, terutama tokoh adat yang punya pengaruh besar di tengah masyarakat.

“Kami datang bukan untuk menggurui. Kami datang untuk belajar dan bersinergi. TNI hadir untuk mendukung penuh kearifan lokal. Karena kami percaya, kalau adat kuat, maka hutan juga akan selamat,” ujar Brigjen Achmad Fauzi.

Harapannya, dengan menjaga alam hari ini, anak cucu di Landak dan Kalbar ke depan masih bisa menghirup udara bersih, melihat hutan lestari, dan hidup tanpa ancaman kabut asap.

“Kalau kita cegah Karhutla, berarti kita menjaga alam tetap lestari dan memberikan manfaat serta berkahnya untuk kita semua,” tutup Pauzi.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *