Berita  

Brigjen TNI Achmad Fauzi: Filosofi Salam Dayak Jadi Benteng Pencegahan Karhutla di Landak

Oplus_131072

STRATEGIMiliter. Id. Landak Kalbar- Kabut asap yang kembali menyelimuti Kalimantan Barat membuat berbagai pihak bergerak. Di Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak, tokoh masyarakat, pemerintah, TNI, Polri hingga pemuka agama menggaungkan kembali Filosofi Salam Dayak sebagai landasan moral mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan sosialisasi yng digelar di Aula kantor Camat Meranti Senin (14/9/2026) dipimpin oleh Tim Katim TNI, Brigjen TNI Achmad Fauzi SIP, MM, MHI bersama Kolonel Cke Isharyanto, Kolonel Mar Ridwan, dan Kolonel Adm Dodo.

Hadir juga Camat Meranti, Ketua Dewan Adat Dayak Meranti, Temanggung, Ketua Forum Kepala Desa, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah SMP, para Kepala Desa, Kepala Dusun, Danramil, Kapolsek, Babinsa, Babinkamtibmas, dan Tokoh Agama.

Dalam pemaparannya, disampaikan Brigjen TNI Achmad Fauzi bahwa kearifan lokal Dayak memiliki 3 pilar utama yang sangat relevan dengan upaya pencegahan karhutla.

Menurutnya, Adil Ka’ Talino.
Adil kepada sesama manusia. Pilar ini menekankan pentingnya menegakkan keadilan, kesetaraan, rasa hormat dan kemanusiaan tanpa diskriminasi.

“Menjaga alam adalah bentuk keadilan kepada sesama. Jaga alam, maka alam akan menjaga manusia,” pesannya.

Bacuramin Ka’ Saruga. Bercermin kepada surga. Manusia diajak menjadikan kebaikan, kedamaian, kemurnian dan keindahan surga sebagai cermin dalam bertingkah laku. Termasuk tidak merusak alam dengan membuka lahan lewat cara membakar.

Basengat Ka’ Jubata. Napas hidup berasal dari Tuhan. Pilar ini mengajarkan ketaqwaan, kerendahan hati, dan pengakuan bahwa manusia selalu ingat dan berlindung kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Semua agama mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Mencegah karhutla adalah perbuatan yang selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” tegasnya.

Sosialisasi ini menjadi pengingat bahwa mencegah karhutla bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Kerusakan alam akan berdampak pada flora, fauna, kesehatan, dan masa depan generasi.

Sosialisasi ditutup dengan satu pesan: Jaga Alam, Jaga Kesehatan, Jaga Generasi. Mari kita rawat bumi Kalimantan untuk anak cucu kita yang diakhiri dengan Salam NKRI. Salam Indonesia.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *