STRATEGIMiliter. Id. Landak Kalbar – Tim sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari Mabes TNI kembali turun ke lapangan. Kali ini kegiatan dilaksanakan Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Rabu (9/9/2026).
Tim yang hadir langsung dari Mabes TNI dipimpin oleh Brigjen TNI Achmad Fauzi, SIP, MM, MHI, didampingi Kolonel Cke Isharyanto dan Kolonel Kal Nomi Angkasa. Kehadiran mereka disambut antusias oleh masyarakat dan unsur pemerintahan setempat.
Sosialisasi ini dihadiri Camat Air Besar, Danramil dan Bhabinkamtibmas Polsek Air Besar, para Kepala Desa, Kepala Dusun, Kepala Puskesmas, Timanggong, perwakilan perusahaan perkebunan sawit, tokoh agama, serta pihak sekolah.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan bahwa penanganan Karhutla bukan hanya tugas TNI-Polri dan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.
Dalam pemaparannya, Brigjen TNI Achmad Fauzi menekankan bahwa saat ini kualitas udara di Kalimantan Barat sedang tidak baik akibat kabut asap. Karena itu, masyarakat diminta untuk lebih menjaga kesehatan diri dan keluarga.
“Kami minta masyarakat menjaga kesehatan. Gunakan masker saat beraktivitas di luar, perbanyak minum air putih, dan kurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat,” pesan Brigjen Achmad Fauzi.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mencegah Karhutla. Mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, perusahaan, hingga dunia pendidikan harus bergerak bersama.
“Karhutla ini musuh kita bersama. Dunia pendidikan punya peran besar untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak. Guru bisa mengedukasi siswa, siswa mengingatkan orang tua. Dari rumah, dari sekolah, kita mulai budaya tidak membakar lahan,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengajak seluruh elemen untuk punya semangat yang sama: “Jaga Alam, Jaga Kesehatan, Jaga Generasi.”
“Kalau hutan kita jaga, udara kita bersih, anak cucu kita yang akan sehat. Ini bukan hanya soal hari ini, tapi untuk masa depan NKRI,” tegasnya menutup pemaparan dengan pekik. Salam NKRI. Salam Indonesia.
Sebagai bentuk kepedulian, kegiatan juga dirangkai dengan pembagian masker secara simbolis kepada peserta yang hadir. Masker diharapkan dapat langsung digunakan peserta untuk mengurangi dampak paparan asap.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Serimbu dan sekitarnya semakin sadar bahwa menjaga hutan sama artinya menjaga kesehatan dan masa depan generasi.
(Man)












